Turun Tangan di Tengah Hujan, Wabup Kupang Temukan Jalan Babot Rusak Parah Sejak 2014

Berita122 Dilihat

Turun Tangan di Tengah Hujan, Wabup Kupang Temukan Jalan Babot Rusak Parah Sejak 2014

Kupang, FHC – Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, melakukan kunjungan langsung ke lokasi jalan poros tengah Babot di Dusun II Kofi, Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Selasa (13/01/2026). Kunjungan itu dilakukan di tengah gerimis dan udara dingin, sebagai jawaban atas keluhan masyarakat yang telah lama resah dengan kondisi jalan yang rusak parah dan nyaris tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Wabup Aurum mengatakan bahwa jalan tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 2014. Seiring berjalannya waktu, intensitas hujan, kondisi geografis yang berbukit, serta pergeseran tanah menyebabkan ruas jalan utama yang menghubungkan empat desa—Oelbiteno, Passi, Nonbaun, dan Tanini—terseok dalam kerusakan serius.

“Dari sisi teknis, terlihat ada pergeseran tanah di beberapa bagian jalan yang mengakibatkan kerusakan parah, bahkan beberapa titik sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujar Aurum kepada awak media di lokasi.

Kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat setempat. Para siswa dan guru kesulitan mengakses sekolah, petani terkendala membawa hasil panennya ke pasar, dan layanan dasar masyarakat menjadi terganggu.

Langkah Wabup Aurum turun langsung ke lokasi disambut positif oleh masyarakat. Meski kondisi cuaca tidak bersahabat, Aurum berjalan kaki ke beberapa titik kritis untuk melihat sendiri kondisi jalan yang rusak. Ia juga melibatkan tim teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Kupang untuk mengevaluasi tingkat kerusakan dan mencari solusi.

“Ada beberapa titik yang membutuhkan penanganan struktural yang serius. Ini bukan sekadar tambal sulam,” jelasnya.

Solusi Jangka Pendek dan Panjang.

Dalam pernyataannya, Aurum menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menyiapkan dua pendekatan penanganan:

  1. Solusi Jangka Pendek. Pemerintah akan mendukung upaya swadaya masyarakat untuk melakukan rabat jalan sementara, termasuk penyediaan pasir, batu, dan tenaga. Pemerintah bersama warga juga siap membantu sesuai kemampuan anggaran yang ada saat ini.
  2. Solusi Jangka Panjang. Pemerintah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menyusun rencana perbaikan komprehensif. Pekerjaan ini diproyeksikan meliputi perbaikan struktur tanah, stabilisasi lereng, dan rekonstruksi jalan agar dapat kembali berfungsi optimal.

“Akses jalan ini vital bagi kegiatan ekonomi dan pendidikan warga. Jadi harus ada rencana penanganan permanen agar tidak terus menerus kami perbaiki secara temporer,” tegas Aurum.

Masyarakat setempat menyatakan kelegaan atas kunjungan langsung wakil bupati. Namun mereka juga berharap pemerintah tidak hanya mengetahui kondisi lapangan, tetapi segera merealisasikan perbaikan.

“Kami senang Ibu Wabup datang langsung, tapi kami juga ingin jalan ini cepat diperbaiki secara permanen,” ujar seorang tokoh pemuda Desa Oelbiteno.

Kondisi musim hujan yang masih berlangsung menjadi tantangan tersendiri. Tanpa perbaikan struktural, jalan yang rusak rentan kembali ambles dan memperparah isolasi akses antar-desa.

Keterlibatan wakil bupati dalam penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Kupang menjadi sinyal kuat akan perhatian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

Namun, realisasi perbaikan jangka panjang membutuhkan perencanaan teknis yang matang dan anggaran yang memadai. Jalan poros Babot saat ini bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga ujian serius terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses dasar warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *